Perjalanan
Dari desainer
ke pembangun
sistem digital.
Saya mulai dari dunia desain grafis — belajar bahwa visual yang baik bukan tentang estetika semata, tapi tentang komunikasi. Setiap warna, tipografi, dan layout punya tujuan. Pengalaman ini membawa saya keliling, bekerja dengan klien dari berbagai industri dan latar belakang.
Suatu titik, saya menyadari sesuatu yang berulang: bisnis lokal Indonesia yang bagus sering kali tidak terlihat. Bukan karena produknya kurang, tapi karena mereka tidak hadir di tempat yang tepat secara digital. Mereka ada di Instagram, tapi tidak ada di Google. Mereka punya pelanggan setia, tapi tidak punya sistem yang bekerja saat mereka tidur.
Dari situlah Anomali Visual lahir. Bukan sebagai jasa website biasa, tapi sebagai mitra digital untuk bisnis lokal — membangun tidak hanya tampilan, tapi sistem yang bisa dikelola, ditemukan, dan benar-benar menghasilkan. Dengan pendekatan yang saya sebut "interrogatif bukan generatif" — saya memulai dengan banyak pertanyaan sebelum menulis satu baris kode.
Yang saya percaya
Tiga prinsip
yang tidak pernah saya kompromikan.
Fungsi dulu,
estetika kemudian.
Website yang indah tapi tidak menghasilkan adalah dekorasi mahal. Setiap keputusan desain — dari tata letak sampai warna — harus punya alasan yang bisa dijelaskan ke pemilik bisnis.
Klien harus
mandiri setelah launch.
Saya tidak mau kamu bergantung pada saya untuk update harga atau jadwal. Admin panel yang saya bangun dirancang agar kamu bisa kelola sendiri — dari HP — tanpa perlu belajar coding.
Transparansi
adalah standar minimum.
Harga jelas di awal. Timeline jelas di awal. Kalau ada perubahan scope, kita diskusikan sebelum dikerjakan. Tidak ada kejutan di invoice akhir.
Keahlian
Yang saya bawa
ke setiap project.
Ada project
yang ingin kamu
wujudkan?
Ceritakan bisnis kamu. Saya akan dengerin dulu sebelum merekomendasikan apapun.